ada masa ketika senja melambat,
saat tiap detiknya sengaja kita rayakan,
tawa tumpah tak perlu alasan,
dan bicara tak lagi bermakna di antara hangat kita.

kini jarak memisahkan cerita,
tapi bayangnya masih betah singgah,
di bilik rahasia jemari rasa,
enggan kubiarkan pudar dan pergi begitu saja.

sebab ada rasa—terlalu berharga tuk dilepas,
terlalu luhur tuk sekadar jadi debu masa lalu,
maka kubiarkan ia tinggal, sepi teguh berkumpul,
bukti aku pernah benar-benar hidup.