Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Yang Terlambat

[PUISI] Yang Terlambat
ilustrasi berjalan di tengah hujan (pixabay.com/MasashiWakui)
Share Article

sepiku lebih sunyi dari bisu dini hari
‎kau takkan sempat sadari sebelum semua serba terlambat
‎besok, cahaya langit pertama datang mengantar kabar duka padamu
‎tentang kepergian seseorang yang tiba-tiba

‎kau tak mungkin sanggup meneteskan tangis
sebab air matamu telah habis demi menangisi yang sia-sia
‎mungkin malam sembunyikan namamu
antara doa yang tak lagi terucap
‎sedang aku pergi dengan seluruh sunyi
‎yang tak sempat kau dengar

‎jangan kau cari-cari meski pagi mulai ramai
‎jangan kau panggil aku di antara suara-suara yang berlalu
‎sebab yang tersisa hanyalah kenangan yang datang begitu terlambat untuk menyelamatkan apa pun

‎satu hari kau akan ingat
saat sepi duduk di sampingmu
‎dan kau baru mengerti
‎ada yang pernah begitu ingin tinggal
‎tapi kau minta untuk pergi

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article

    Curated For You

    Editorial Team