Luka tidak selalu mengeluarkan darah
Sebagiannya berubah menjadi kata
Tumbuh diam-diam di balik dada
Mencari bentuk agar bisa dipahami
Rasa yang tak sempat dijelaskan
Mengendap menjadi kalimat pendek
Suara yang dulu pernah tercekat
Kini menemukan jalannya sendiri
Setiap perih menyisakan kata
Tersusun tanpa direncanakan
Dari sana lahir pengertian
Yang tak pernah diajarkan siapa pun
Aku tidak lagi mengutuk luka
Ia mengajarkanku berbicara pelan
Dari tempat yang pernah hancur
Tumbuh bahasa yang lebih lembut
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Bahasa yang Tumbuh dari Luka
![[PUISI] Bahasa yang Tumbuh dari Luka](https://image.idntimes.com/post/20241003/ishan-gupta-g-9cr6vy2hq-unsplash-f96a2f31398211c36c1d614d2c908814-afb22f4a3cb27b23e9b91f613dc64e02.jpg)
ilustrasi pria yang sedang sendiri (unsplash.com/Ishan Gupta)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editorial Team
EditorYudha
Follow Us