Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Beribu Panah

[PUISI] Beribu Panah
Default Image IDN

Satu panah menusukku

Bila aku bertanya

Kenapa panah ini melukaiku

Akan datang sepuluh panah padaku

 

Diam lebih baik

Menahan perih satu panah

Satu panah

Satu panah kemudian

Hingga beribu panah

Menusuk

Melukai

Berdarah-darah di tubuhku

 

Menahan hingga nanti

Daun terakhir jatuh

Sampai saat  panah itu

Mampu merubuhkan

Kekarku

Panah terbaik

Panah dari Sang Kuasa

Hanya panah itu

Yang tak kan mampu kutahan

Share
Topics
Editorial Team
Husnatul Hasnah
EditorHusnatul Hasnah
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Memanah di Tengah Laut

26 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Merayakan Sepi

[PUISI] Merayakan Sepi

25 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Di Antara Gerimis

[PUISI] Di Antara Gerimis

24 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berjalan

[PUISI] Luka yang Berjalan

23 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Kepada Hati

[PUISI] Kepada Hati

22 Feb 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Asa Tersisa

[PUISI] Asa Tersisa

22 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Buat Apa Bersuara?

[PUISI] Buat Apa Bersuara?

22 Feb 2026, 05:04 WIBFiction