Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Beribu Panah

[PUISI] Beribu Panah
Default Image IDN
Share Article

Satu panah menusukku

Bila aku bertanya

Kenapa panah ini melukaiku

Akan datang sepuluh panah padaku

 

Diam lebih baik

Menahan perih satu panah

Satu panah

Satu panah kemudian

Hingga beribu panah

Menusuk

Melukai

Berdarah-darah di tubuhku

 

Menahan hingga nanti

Daun terakhir jatuh

Sampai saat  panah itu

Mampu merubuhkan

Kekarku

Panah terbaik

Panah dari Sang Kuasa

Hanya panah itu

Yang tak kan mampu kutahan

Share Article
Editorial Team