Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Cinta Puan Bukan Takhta

[PUISI] Cinta Puan Bukan Takhta
ilustrasi tangan menggenggam bunga (pexel.com/Lisa from Pexels)

Suaranya parau
teriakan berkelebat bergantian
Sang Puan menanti
hanya untuk termangu karenanya

“Maaf telah lama,
kau pasti menanti,
tapi aku tak peduli”

Ah…
lirih sunyi tak terbilang
Sang Puan memandang nanar

“Ternyata gampang sekali,
meninggalkan seseorang,
saat kau bertakhta”

Sang Puan baik-baik saja di sini,
memandang cinta termakan takhta
sebab cintanya ada
jauh sebelum ia bertakhta

Maka mendakilah cinta termakan takhta
sebab Sang Puan tak melirik lagi
memangnya,
untuk apa itu cinta?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Sebungkus Nasi Rames

12 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Asing

[PUISI] Asing

12 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Sahabat Bertumbuh

[PUISI] Sahabat Bertumbuh

11 Apr 2026, 20:28 WIBFiction
[PUISI] Kepada Hari Jumat

[PUISI] Kepada Hari Jumat

11 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Tak Punya Kuasa

[PUISI] Tak Punya Kuasa

11 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Bilik Nostalgia

[PUISI] Bilik Nostalgia

10 Apr 2026, 17:48 WIBFiction
[PUISI] Bayang Tanpa Nama

[PUISI] Bayang Tanpa Nama

09 Apr 2026, 19:48 WIBFiction
[PUISI] Perjalanan Lara

[PUISI] Perjalanan Lara

09 Apr 2026, 05:04 WIBFiction