Dulu,
aku takut pada sepi.
Sunyinya terasa panjang,
seolah menelan segala suara.
Namun waktu mengajarkanku
untuk berhenti melawan.
Kini,
aku duduk bersamanya,
mendengar hati
yang lama tak sempat kusapa.
Di dalam sepi,
aku belajar menerima,
bahwa tak semua kehilangan
harus disesali.
Sebab kadang,
sepi bukanlah musuh.
Ia hanya teman
yang datang diam-diam,
mengajarkan hati
cara menemukan tenang.
![[PUISI] Berteman dengan Sepi](https://image.idntimes.com/post/20260707/1000124304_d31063b0-419b-4d8e-9e48-fee260f85381.jpg)