Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Berteman dengan Sepi
Ilustrasi kesendirian (pexels.com/MART PRODUCTION)

Dulu,
aku takut pada sepi.
Sunyinya terasa panjang,
seolah menelan segala suara.

Namun waktu mengajarkanku
untuk berhenti melawan.

Kini,
aku duduk bersamanya,
mendengar hati
yang lama tak sempat kusapa.

Di dalam sepi,
aku belajar menerima,
bahwa tak semua kehilangan
harus disesali.

Sebab kadang,
sepi bukanlah musuh.

Ia hanya teman
yang datang diam-diam,
mengajarkan hati
cara menemukan tenang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAtqo Sy