Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Bisik Bulan di Tengah Sunyi
Ilustrasi Nuansa Malam dan sepi (www.pexels.com/Вениамин Курочкин)

Malam turun secara perlahan,
membawa dingin ke sudut hati yang sepi,
sementara bulan menggantung diam,
seolah tahu luka yang kusembunyikan sendiri.

Aku berbicara pada langit dengan lirih
tentang rindu yang tak sempat pulang,
tentang nama yang masih tinggal di hati
meski waktu terus melaju dan menghilang.

Angin datang tanpa aba-aba maupun suara,
mengusap kenangan yang belum juga reda,
dan di tengah sunyi yang terasa panjang,
aku masih belajar melepaskan segalanya.

Bulan tak pernah memberi jawaban,
namun cahayanya cukup menenangkan,
seakan berkata bahwa
tidak semua kehilangan harus dilupakan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks

Editorial Team