Malam turun secara perlahan,
membawa dingin ke sudut hati yang sepi,
sementara bulan menggantung diam,
seolah tahu luka yang kusembunyikan sendiri.
Aku berbicara pada langit dengan lirih
tentang rindu yang tak sempat pulang,
tentang nama yang masih tinggal di hati
meski waktu terus melaju dan menghilang.
Angin datang tanpa aba-aba maupun suara,
mengusap kenangan yang belum juga reda,
dan di tengah sunyi yang terasa panjang,
aku masih belajar melepaskan segalanya.
Bulan tak pernah memberi jawaban,
namun cahayanya cukup menenangkan,
seakan berkata bahwa
tidak semua kehilangan harus dilupakan.
![[PUISI] Bisik Bulan di Tengah Sunyi](https://image.idntimes.com/post/20260525/pexels-vunyakurochkin-12116035_b2c3ea03-3b7c-49ba-9ed0-6d8931f5eaad.jpg)