Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Cara Tabah Menghapus Jejak yang Menetap

[PUISI] Cara Tabah Menghapus Jejak yang Menetap
ilustrasi buku (Pixabay.com/Jose Antonio Alba)

Aku masih di sudut meja yang sama,
belajar mengeja namamu
tanpa getar—

Sebab rindu
seringkali menjadi tamu
yang lupa jalan pulang,

betah mengetuk pintu ingatan
terus-menerus,
tanpa lelah

​Aku telah merapikan sisa tawa,
menyimpannya
di bawah tumpukan duka
hingga pada pintu sadar
bahwa

Mencintai,
tak selamanya tentang memiliki,
terkadang ia menjadi sebuah proeses seni untuk melepaskan
tanpa harus memeluk membenci

© Chesamstory

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Menanti Dijemput Kereta

09 Apr 2026, 15:47 WIBFiction
[PUISI] Perjalanan Lara

[PUISI] Perjalanan Lara

09 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Asal Bapak Senang

[PUISI] Asal Bapak Senang

06 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Rindu Rumah

[PUISI] Rindu Rumah

05 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Setipis Alasan

[PUISI] Setipis Alasan

04 Apr 2026, 21:27 WIBFiction