Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Cemburu kepada Segala yang Memilikimu
ilustrasi perempuan bersedih (pexels.com/Carolina Heza)

aku selalu cemburu, Kekasih
pada lembut angin yang mampu
mencumbui seluruh tubuhmu
meski, aku tak mungkin dan
tak boleh menginginkan itu—mencumbuimu

aku pun selalu cemburu, Kekasih
pada jam dinding yang senantiasa kau tatap
juga pada telepon yang selalu kau genggam
pun pada tangan ibumu yang leluasa
menyibak rambut belah tengah milikmu
menyapukan telapaknya pada pipimu
juga lengannya yang katamu selalu mampu menghangatkanmu

tapi, dari itu semua ada satu
yang selalu membuatku cemburu
namun, aku tak pernah mampu melampauinya
sungguh aku cemburu pada nama cantik
yang kau ukir pada hati yang harap-harap kau isi dengan namaku

nama itu telah melekat erat meski tanpa perekat
dan kau tak mungkin melepasnya
juga barangkali selamanya aku hanya akan tetap jadi pecemburu, Kekasih

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team