Selalu ada yang sabar menunggu
Di ujung terdalam lautan biru
Tuk bercerita dari balik terumbu
Meniupkan buih-buih gelembung pilu
Rumahnya tak lagi jadi tempat teraman
Tergerus oleh nafsu tanpa sempadan
Yang menjual nurani tuk jadi hartawan
Dan kutukan apatis yang dirayakan
Samudra yang tenang jangan sampai bergejolak
Jika sampai tak ada yang sanggup mengelak
Amanatnya terlambat tuk jadi pengingat akhlak
Amarahnya terhampar bagai pecahan ombak
Mereka memangku bahari secara harmonis
Dalam gulita tanpa hingar-bingar apresiasi
Menua dalam pengabdian di setiap generasi
Dan kita hanya butuh hati yang peduli
![[PUISI] Cerita dari Bahari](https://image.idntimes.com/post/20260625/turtles-swimming-ocean_a45713bd-2021-49f3-a3f2-c50120e4c111.jpg)