Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Kepada Secangkir Kopi

[PUISI] Kepada Secangkir Kopi
ilustrasi secangkir kopi (pexels.com/MidKnight .)
Share Article

Pukul enam pagi adalah waktuku menyeduh kopi
Kopi hitam dengan air panas tanpa gula
Bagiku, kopi jadi satu-satunya teman terbaik untuk pagi yang sepi
Pagi yang membuatku berpikir tentang dunia dan isinya

Apa yang sudah aku lakukan sampai di usia ini?
Bukankah seharusnya aku bisa berbuat lebih banyak lagi?
Untuk diriku sendiri, untuk keluarga, untuk orang-orang di luar sana yang butuh dibantu?
Apakah hidup ini memang cukup dijalani?

Setiap pagi aku akan terdiam beberapa menit
Menunggu ampas kopi hitam yang kuaduk mengendap
Pikiranku melayang, membayangkan kehidupan lain
Kadang sampai kopiku terlanjur dingin

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya

Related Articles

See More

[PUISI] Rahasia Surga

20 Jun 2026, 20:38 WIBFiction
[PUISI] Pukul Tujuh Pagi

[PUISI] Pukul Tujuh Pagi

19 Jun 2026, 11:07 WIBFiction
[PUISI] Jurang

[PUISI] Jurang

18 Jun 2026, 16:47 WIBFiction
[PUISI] Parade Rasa

[PUISI] Parade Rasa

17 Jun 2026, 15:07 WIBFiction