dahulu terasa indah,
saat waktu luruh tergesa,
saat tawa masih milik berdua,
tanpa perlu dijaga.
kini tinggal kenangan
yang kusembunyikan dari tatap dunia,
di bilik sepi—enggan menua,
enggan kurelakan.
sebab sang indah tak selalu abadi,
tapi ia layak dikenang seumur hidup ini,
sebagai bukti kita pernah ada,
sebagai bukti aku pernah bahagia.
![[PUISI] Dahulu](https://image.idntimes.com/post/20260726/ahaconvert_photo-1620416265040-cc777cad1883_a94eb432-3898-429f-8d51-c82e1694141e.jpg)