Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Dahulu
Gambar Pantulan Tangan Seseorang di Cermin (unsplash.com/Михаил Секацкий)

dahulu terasa indah,
saat waktu luruh tergesa,
saat tawa masih milik berdua,
tanpa perlu dijaga.

kini tinggal kenangan
yang kusembunyikan dari tatap dunia,
di bilik sepi—enggan menua,
enggan kurelakan.

sebab sang indah tak selalu abadi,
tapi ia layak dikenang seumur hidup ini,
sebagai bukti kita pernah ada,
sebagai bukti aku pernah bahagia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team