Jangankan mendengar derap langkah
Aromamu pun mulai terasa fana
Seolah terlahir di lain buana
Hanya mampu mendekap kala gerhana
Namun akulah keras kepala
Sadari harap takkan menjelma
Renjana malah tak kunjung binasa
Berpuas hidup dalam fatamorgana
Hanya saja imaji mulai samar di mata
Meski gigih menggenggam bayangmu
Namamu sirna kala surya bergema
Hingga rindu bernapas membabi-buta
Puncaknya, tak kau anggap lagi rasa
Waktu kita pun kau hentikan paksa
Buatku tersisih dalam realita
Sebab delusi jauh terasa sempurna
![[PUISI] Delusi yang Sempurna](https://image.idntimes.com/post/20260618/free-photo-of-woman-sleeping-on-wooden-table_1d79b42c-5f6b-4080-ac86-f25de2f06370.jpeg)