Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Delusi yang Sempurna
ilustrasi wanita tertidur saat membaca (Pexels.com/Екатерина Полякова)

Jangankan mendengar derap langkah
Aromamu pun mulai terasa fana
Seolah terlahir di lain buana
Hanya mampu mendekap kala gerhana

Namun akulah keras kepala
Sadari harap takkan menjelma
Renjana malah tak kunjung binasa
Berpuas hidup dalam fatamorgana

Hanya saja imaji mulai samar di mata
Meski gigih menggenggam bayangmu
Namamu sirna kala surya bergema
Hingga rindu bernapas membabi-buta

Puncaknya, tak kau anggap lagi rasa
Waktu kita pun kau hentikan paksa
Buatku tersisih dalam realita
Sebab delusi jauh terasa sempurna

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team