Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Detak Waktuku Berjalan Terlalu Cepat
ilustrasi jam (pexels.com/Matthias Zomer)

Ketika pagi menyeberang siang

Mendung datang menyambut tanpa diminta

Redup menghujam bagian kepalaku

Angin juga datang sesaat untuk berbisik

Sebenarnya ada apa?

Parasmu juga tampak kemerahan

Apakah, karena semesta tak kuat memapah anggunmu?

Harusnya ia meminta maaf terlebih dahulu

Bersiap memanggil namamu

Aku pun sama seperti semesta, malu tersipu

Kau mendekat, lalu kita berbincang

Tak jarang tersenyum, karena ada bahasa cinta yang tersimpan di setiap ucapanmu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team