Ketika pagi menyeberang siang
Mendung datang menyambut tanpa diminta
Redup menghujam bagian kepalaku
Angin juga datang sesaat untuk berbisik
Sebenarnya ada apa?
Parasmu juga tampak kemerahan
Apakah, karena semesta tak kuat memapah anggunmu?
Harusnya ia meminta maaf terlebih dahulu
Bersiap memanggil namamu
Aku pun sama seperti semesta, malu tersipu
Kau mendekat, lalu kita berbincang
Tak jarang tersenyum, karena ada bahasa cinta yang tersimpan di setiap ucapanmu.
![[PUISI] Detak Waktuku Berjalan Terlalu Cepat](https://image.idntimes.com/post/20260601/1000076281_e9733bb2-7f2b-4ae4-b078-11a9407273b3.jpg)