Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Pertanyaan yang Tak Pernah Pergi

[PUISI] Pertanyaan yang Tak Pernah Pergi
ilustrasi perempuan merenung (pexels.com/Jie He)
Share Article

Ada malam ketika satu pertanyaan selalu lebih dulu mengetuk

“Mengapa mereka memilih pergi?”

Lalu ia duduk diam, seolah tak pernah ingin pergi

 

Ada hari-hari ketika aku berhasil berdamai

Membiarkan mereka menjadi bagian dari musim yang telah lewat

Namun ada pula malam

Saat pertanyaan itu kembali singgah di kepalaku

 

Kucari jawabannya di antara serpihan ingatan

Pada percakapan yang pernah kita sisakan

Pada diam yang tak pernah kupahami

Namun yang kembali hanya gema suaraku sendiri

 

Aku masih mengingat malam-malam itu

Ketika tangis pecah tanpa sempat kutahan

Dan kamar menjadi satu-satunya saksi

Betapa getirnya kehilangan kutelan seorang diri

 

Kadang kubayangkan

Jika suatu hari mereka kembali mengetuk pintuku

Akan kubiarkan mereka menunggu selama aku pernah menunggu

Namun rupanya, aku hanya bagian dari kisah

Yang telah lebih dulu mereka tamatkan

 

Mungkin luka ini belum benar-benar sembuh

Namun semoga suatu hari nanti

Pertanyaan itu tak lagi mengetuk kepalaku

Dan aku mampu memeluk diriku sendiri

Tanpa perlu menghukum diri atas kepergian yang bukan salahku

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article

    Curated For You

    Editorial Team