Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Di Antara Sabar dan Sesak
ilustrasi pria yang sendirian (pexels.com/Mike Norris)

Hari demi hari kulewati dengan tekun
Menaruh waktu pada pekerjaan yang sama
Lembar demi lembar selesai kutuliskan
Lalu menghilang dalam penantian yang panjang

Aku mencoba memberi lebih dari kemarin
Menambah tenaga pada setiap usaha
Berharap sesuatu bergerak perlahan
Namun keadaan tetap tampak diam

Ada kebutuhan yang terus menunggu
Ada hari esok yang harus dipikirkan
Sedangkan hasil masih berada jauh
Di tempat yang belum bisa kujangkau

Maka aku berdiri di antara keduanya
Sabar yang belum ingin kulepaskan
Dan sesak yang terus mencari ruang
Di hati yang mulai lelah menunggu

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks

Editorial Team