Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Gemuruh yang Kembali Mengusik Rasa

[PUISI] Gemuruh yang Kembali Mengusik Rasa
ilustrasi kesendirian (Unsplash.com/Alan Labisch)

Gemuruh ini kembali kuhidu
Dalam secuil asa sendu
Yang kukira telah mati usai berkubang sedu
Bersama rindu yang sempat jadi candu

Tak kukira gemuruh ini masih hidup
Setelah lama dipaksa redup
Kini dihujani debar hingga kuyup
Mendebat jiwa 'tuk takluk dalam sayup

Gemuruh yang perlahan mengusik rasa
Tanpa sadar ciptakan rapalan mantra
Untuk tetap merenda jeda
Untuk terus benamkan cerita

Biarkan semua kembali
Pada gores yang tertulis dalam prasasti
Jangan coba-coba ambil meski teramat ingin
Sebab semua sudah tertiup pusara angin

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
EKN
EditorEKN
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Untuk Anakku

27 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Serambi Kosong

[PUISI] Serambi Kosong

26 Feb 2026, 14:47 WIBFiction
[PUISI] Merayakan Sepi

[PUISI] Merayakan Sepi

25 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Di Antara Gerimis

[PUISI] Di Antara Gerimis

24 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berjalan

[PUISI] Luka yang Berjalan

23 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Kepada Hati

[PUISI] Kepada Hati

22 Feb 2026, 20:27 WIBFiction