Mereka menatapku dengan senyum penuh hormat
Kata-kata pujian datang berbaris dengan khidmat
Aku tersenyum meski dada terasa kian penat
Sebab keraguan diam-diam tumbuh di tempat yang rapat
Setiap pujian seperti lampu yang menyilaukan
Menyala terang, tetapi perlahan menjadi kurungan
Aku berdiri tegak di mata banyak orang
Sementara hatiku sibuk mencari ruang untuk pulang
Zona nyaman memelukku dengan tangan yang manis
Menawarkan tenang tanpa suara tangis
Aku tertawa pelan, saat hormat mulai sekarat
Di balik pujian yang perlahan menjerat
Akhirnya aku bertanya pada diri sendiri
Apakah ini hormat atau sekadar harapan yang mengikat tinggi
Aku ingin melangkah dengan arah yang kupilih sendiri
Tanpa tersangkut pujian yang diam-diam mencuri jati diri
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Hormat yang Sekarat
![[PUISI] Hormat yang Sekarat](https://image.idntimes.com/post/20260611/pexels-inkverse-store-2158691322-35542602_1cf3ec5f-de7c-4f67-af20-f549150899c8.jpg)
ilustrasi seseorang merasa menyesal dan lelah (pexels.com/Inkverse Store)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Curated For You
- [PUISI] Lelah yang Tidak Punya Nama12 Jun 2026, 05:04 WIB
- [PUISI] Sisa dari Sebuah Pilihan11 Jun 2026, 05:04 WIB
Editorial Team
EditorYudha
Related Article
[PUISI] Di Usia ketika Semua Terasa Abu-abu15 Sep 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Merayakan Kesepian15 Sep 2026, 20:07 WIB
[PUISI] Petani yang Menunggu Hujan15 Sep 2026, 10:07 WIB
[PUISI] Surat dari Sisi Waktu yang Hilang15 Sep 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Dan Mungkin Seumur Hidup15 Sep 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Kota yang Tidak Baik-baik Saja14 Sep 2026, 21:27 WIB
[PUISI] Setangkai Puspa Diterjang Beliung14 Sep 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Senja yang Tidak Takut Kehilangan Cahaya14 Sep 2026, 17:48 WIB
[PUISI] Stasiun yang Menyimpan Kepergianmu14 Sep 2026, 07:07 WIB
[PUISI] Gadis yang Berteman dengan Hening14 Sep 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Mengemas Pergi14 Sep 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Merawat Luka yang Sama13 Sep 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Genggaman Diri di Tengah Malam13 Sep 2026, 20:07 WIB
[PUISI] Membangun dari Sisa Reruntuhan13 Sep 2026, 07:07 WIB
[PUISi] Aku yang Tumbuh dari Runtuh13 Sep 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Bayang di Belakang Langkah13 Sep 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Jalan yang Tidak Kupilih12 Sep 2026, 22:08 WIB
[PUISI] Bunga yang Mekar di Atas Retakan12 Sep 2026, 21:07 WIB
[Puisi] Langit yang Tak Pernah Ditanya12 Sep 2026, 20:27 WIB
[PUISI] Sebuah Langit untuk Mereka yang Bertahan12 Sep 2026, 11:07 WIB