Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Ia Bukan Lagi Perempuan yang Sama
ilustrasi perempuan yang berdiri di bawah cahaya Matahari (pexels.com/Mâide Arslan)

Pernah ada hari ketika senyumnya
Hanya tirai bagi luka yang terbuka
Menjadi kuat demi banyak manusia
Sementara dirinya lupa dijaga

Tangannya sibuk merapikan dunia
Meski hatinya berantakan tanpa suara
Ia memberi tanpa menghitung sisa
Sampai lupa dirinya juga berharga

Kini perlahan ia belajar berkata
Bahwa lelah bukan tanda tak berdaya
Bahwa menangis bukan sebuah cela
Dan pergi bukan selalu berarti kalah

Ia tak lagi mencari rumah di luar
Sebab telah mengenal dirinya dengan benar
Menjadi tempat paling aman untuk pulang
Setelah dunia terlalu sering menyerang

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎