Suatu hari Jogja muncul di matamu
Parangtritis juga menyembul di sana
Ombaknya berguling bergelayut manja
Sebuah kamera tergantung di leher
Kau memutar lensa, membidik objek
Dan aku terus menatap Jogja di matamu
Jogja yang indah, manis dan istimewa
Tak kalah manisnya denganmu yang memutar lensa
Manis ... manis sekali
Hingga kala itu tepat ketika Jogja muncul di matamu
Aku menjatuhkan diri di sana
Bermain pasir dan berlarian di antara ombak
Seolah tengah berlarian sambil menanti senja
Sambil membayangkan aku ada di sana:
di balik bidikan lensamu yang nyata
![[PUISI] Kenangan yang Kembali Muncul](https://image.idntimes.com/post/20260530/1000224243_578a616e-aa62-42e2-8318-a66fc9e06845.jpg)