Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Hujan dan Luka yang Bertahan

[PUISI] Hujan dan Luka yang Bertahan
Ilustrasi orang-orang berjalan di kota saat hujan (pexels.com/Alexis B)
Intinya Sih
  • Puisi ini menggambarkan hujan sebagai simbol kenangan yang datang dan pergi tanpa niat untuk menetap.
  • Penulis menyoroti bagaimana manusia sering terjebak dalam kenangan, menganggap rasa sakit sebagai bentuk kesetiaan.
  • Karya ini menekankan bahwa tidak semua hal yang hadir dalam hidup dimaksudkan untuk bertahan selamanya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Hujan hanya singgah,
tapi sering kali
kenangan memilih tinggal

Kita yang terlalu lama
berdiri di bawahnya,
sampai mengira basah adalah bentuk setia

Padahal,
setiap hal yang jatuh
tidak pernah berniat menetap

© Chesamstory

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ananda Zaura
EditorAnanda Zaura
Follow Us

Latest in Fiction

See More
[PUISI] Sesal

[PUISI] Sesal

11 Mei 2026, 21:17 WIBFiction
[PUISI] Menyembuhkan Diri

[PUISI] Menyembuhkan Diri

10 Mei 2026, 15:25 WIBFiction
[PUISI] Pelan

[PUISI] Pelan

09 Mei 2026, 17:57 WIBFiction
[PUISI] Tabungan Rasa

[PUISI] Tabungan Rasa

09 Mei 2026, 17:48 WIBFiction
[PUISI] Perangai Mematikan

[PUISI] Perangai Mematikan

09 Mei 2026, 08:48 WIBFiction
[PUISI] Niskala

[PUISI] Niskala

08 Mei 2026, 20:27 WIBFiction