Alkisah di sebuah kerajaan berlapis aurum dan lentera megah
Hiduplah seorang badut bermahkota raksasa
Ia gemar bertutur konyol di balkon kerajaan
Saat tanah retak perlahan di bawah sarang burung-burung kecil
Belum lama ia duduk di singgasana itu
Ia sibuk meruncingkan tombak dari susunan huruf
Ujarnya demi keberlangsungan ketertiban taman kerajaan
Nyatanya hanya memenjarakan burung-burung kecil yang bernyanyi lirih
Piyik-piyik renta dicekoki santapan racun berlabel nutrisi
Hingga tumbang sebelum sempat mengenal kenyang
Jenggala yang kehilangan batang dan akarnya
Telah merenggut ratusan sayap yang tak sempat pulang
Kernel gandum kehilangan harganya di musim yang masam
Sedang para burung mulai asing pada perut yang penuh
Namun sang badut tetap berkelakar dari singgasananya
Para burung hanya berharap mahkotanya rebah bersama angin ribut
![[PUISI] Ketika Badut Memakai Mahkota](https://image.idntimes.com/post/20260527/dovile-ramoskaite-qu6km6wdq3a-unsplash_3bc67589-bca2-4a72-8357-07f882c4d0c4.jpg)