Malam kembali mengetuk jendela yang basah
Membawa sunyi yang tak pernah benar-benar punah
Aku duduk memeluk sepi yang begitu lelah
Sambil bercumbu dengan bayang-bayang yang masih tinggal di rumah

Aku bicara pada sosok yang tak lagi nyata
Menanyakan kabar pada kenangan yang tak punya suara
Kusentuh wajahmu dalam ingatan yang samar
Lalu tersenyum pada luka yang belum juga pudar

Bayang-bayangmu masih hafal jalan pulang
Meski tubuhmu telah lama memilih menghilang
Ia datang ketika malam mulai membentang
Dan tinggal ketika pagi perlahan menjelang