Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Ketika Kapan Menjadi Apakah
ilustrasi merenung (unsplash.com/Kinga Howard)

Seperti apa rasanya menikah?
Apa yang bergejolak saat akad?
Tanyaku pada malam yang basah
Saat dua takdir mulai terikat

Dari sudut pandangku yang sepi
Mungkin lega, bahagia, dan haru
Namun mereka yang telah melalui
Punya jawaban yang terasa baru

Katanya ada rasa yang berbeda
Tak mampu dijelaskan oleh kata
Getaran yang belum pernah singgah
Hingga mendadak basahlah mata

Sejak itu aku bertanya dalam diam
Kapan kurasakan hal yang sama?
Lalu lahir tanya yang lebih dalam
Apakah kesempatan itu akan ada?

Apakah hari itu akan datang
Membawa rasa yang tak biasa?
Kuharap jawabannya benderang
Meski waktunya masih rahasia

Aku tak tahu kapan hari itu tiba
Esok, tahun depan, atau lebih lama lagi
Namun jika saat itu benar-benar datang
Semoga ia, orang yang tepat di hati

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team