Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Ketika Tawa Tumbuh Tanpa Alasan
ilustrasi seorang perempuan sedang sedih (pexels.com/rafaelbarros)

Andai waktu mau membuka pintunya
Akan kutapaki jejak yang pernah ada
Menuju hari-hari yang sederhana
Ketika bahagia belum pandai menyamar jadi luka

Ingin kembali ke pagi yang dulu
Saat dunia terasa begitu baru
Ketika tawa tumbuh tanpa perlu alasan selalu
Dan pulang berarti kembali ke tempat yang kutahu

Akan kususuri jalan yang pernah kulewati
Menyapa wajah-wajah yang kini tinggal di memori
Memungut kembali mimpi yang dulu kutinggali
Sebelum dewasa mengajarkanku arti kehilangan yang sunyi

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team