sebilah kata jatuh di antara kita
tajam, menguji seberapa jauh kita bisa bertahan
di atas meja yang sama
suara kita berbenturan, menjelma jelaga

kau menunjuk luka dan aku membela ego
kita sibuk menghitung siapa yang paling lebam
padahal di luar jendela
gerimis menghapus bekas jejak kita yang dulu searah

perdebatan ini seperti lorong tanpa pintu keluar
semakin nyaring kita bicara
semakin jauh kita terlempar
dari pelukan yang pernah terasa hangat

mungkin tak ada pemenang dari pertempuran ini
hanya dua orang yang kelelahan
menunggu salah satu menurunkan senjata
dan memberani diri untuk bilang:
mari, bicara lagi dari awal