Di antara sunyi yang jatuh perlahan
Kutemukan rumah dalam tatapan
Bukan gereja dengan doa berjajar
Melainkan jiwamu yang sabar berpendar
Kau dengar retak yang tak bersuara
Aku dengar takutmu yang lama tersembunyi juga
Lalu hati kita saling membuka pintu
Tanpa hakim, tanpa ragu
Mungkin beginilah cinta bekerja
Bukan gaduh, tak seperti api yang membara
Melainkan dua jiwa yang saling pulang
Meski dunia terus berubah dan hilang
Jika esok binasa aku ingin tinggal di matamu saja
Karena sejak kita saling membaca
aku tahu ini bukan sekadar perasaan semata
Lebih dari itu, ini adalah komuni jiwa
![[PUISI] Komuni Jiwa](https://image.idntimes.com/post/20250106/silhouette-young-couple-love-enjoy-good-time-together-sunset-1150-2664-159d3fc451d391961a73204b1b20b3cd-c2e65a92da47f1b2aa36e0a30a58bd67.jpg)