Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Komuni Jiwa
ilustrasi siluet pasangan kekasih (freepik.com/jcomp)

Di antara sunyi yang jatuh perlahan
Kutemukan rumah dalam tatapan
Bukan gereja dengan doa berjajar
Melainkan jiwamu yang sabar berpendar

Kau dengar retak yang tak bersuara
Aku dengar takutmu yang lama tersembunyi juga
Lalu hati kita saling membuka pintu
Tanpa hakim, tanpa ragu

Mungkin beginilah cinta bekerja
Bukan gaduh, tak seperti api yang membara
Melainkan dua jiwa yang saling pulang
Meski dunia terus berubah dan hilang

Jika esok binasa aku ingin tinggal di matamu saja
Karena sejak kita saling membaca
aku tahu ini bukan sekadar perasaan semata
Lebih dari itu, ini adalah komuni jiwa

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks

Editorial Team

EditorAtqo Sy