Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Jiwa yang Lapuk

[PUISI] Jiwa yang Lapuk
Ilustrasi ibadah (pexels.com/Ahmed Aqtai)
Share Article

Lamunan keluhnya kian hari kian bertambah

Tentang tumbuh yang ternyata luruh

Tentang bertahan yang ternyata tertahan

Tentang inginnya yang kian terpendam

Api nyalinya telah padam

Teredam dendam

Pada banyaknya caci maki yang semesta hadiahkan

Dia pejam

Tuhan, Dia kembali mempertanyakan

Tentang ujung dunia yang belum Kau perlihatkan

Tentang banyaknya luka yang belum Kau sembuhkan

Tentang bahagia yang selalu Kau janjikan

Peluk Dia, Tuhan

Raganya utuh

Namun, jiwanya tinggal separuh

Dia rapuh

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya

Related Articles

See More

[PUISI] Komuni Jiwa

03 Jun 2026, 09:08 WIBFiction
[PUISI] Negara Hadir

[PUISI] Negara Hadir

03 Jun 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Jingga Selamanya

[PUISI] Jingga Selamanya

01 Jun 2026, 19:38 WIBFiction
[PUISI] Punggung Bumi

[PUISI] Punggung Bumi

30 Mei 2026, 21:12 WIBFiction
[PUISI] Rekam Jejak

[PUISI] Rekam Jejak

30 Mei 2026, 14:07 WIBFiction