Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Labirin Perasaan
ilustrasi dua orang dalam labirin (unsplash.com/Mehmet Bozgedik)

Kutapaki lorong tanpa cahaya
Mengejar harap yang entah di mana
Setiap langkah terasa berputar
Mencari jalan yang kian samar

Di dinding sepi kutulis namamu
Lalu kuhapus bersama raguku.
Namun bayangmu tak pernah pergi
Tetap menetap di ruang hati

Kadang kau hadir membawa mentari
Menghangatkan luka di pagi hari
Lalu menghilang tanpa pertanda
Meninggalkan dingin yang tak terkata

Bila akhirnya kutemukan jalan
Semoga bukan sekadar pelarian
Melainkan pintu menuju damai
Tempat luka perlahan akan usai

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAtqo Sy