Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Dinding Jumawa

[PUISI] Dinding Jumawa
ilustrasi berdiri angkuh (pexels.com/Sanketh Rao)
Share Article

Tak kunjung memulai sadar
Berdiri dengan raut tanpa ramah
Memantapkan diri sebagai sang tertinggi
Menolak sebagai manusia berkarakter rapuh

Lebih nyaman terbelenggu dinding jumawa
Dengan memainkan tatapan nyalang
Berkalung ambisi memeluk ekspektasi
Memilih menghirup aroma duniawi

Entah kapan dinding jumawa akan roboh
Menimpa para pecundang berambisi liar
Lidah lampu lagi berkelakar
Menikmati aroma sakit yang sangar

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article

    Curated For You

    Editorial Team