Ngomongnya sih demi kesejahteraan
Padahal yang digembur ladang bancakan
Bicara di podium sok jadi pahlawan
Dikira bukan pakai jerih payah majikan
Ngomongnya sih tak berorientasi cuan
Apalagi main bisnis-bisnisan
Tapi yang dipamerkan hasil gaji karyawan
Ke mana perginya niat tulus gerangan
Gayanya si paling rela berkorban
Tengah malam berpeluh hadapi panas wajan
Hari-hari sibuk memilah-milih isi bungkusan
Tidak lupa bikin konten menjual kesedihan
Gayanya seolah paling dibutuhkan
Kalau tak ada anak-anak merana kelaparan
Lebih punya urgensi ketimbang pendidikan
Yang kritik dibilang iri dan mancing keributan
Yah, namanya juga ladang bancakan
Tak apa banyak keracunan
Asal bapak senang bisa selamatan
Yang penting kenyang pemberi makan
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Ladang Bancakan
![[PUISI] Ladang Bancakan](https://image.idntimes.com/post/20260329/pexels-ulrich-keutchatang-641933594-17768347_0cf7f2f9-be75-440a-9639-a233e9cba612.jpg)
ilustrasi bagi-bagi kue (pexels.com/ulrich Keutchatang)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks
Editorial Team
EditorYudha
Follow Us