Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Lelaki yang Harus Selalu Kuat

[PUISI] Lelaki yang Harus Selalu Kuat
Potret laki-laki dan perempuan (pexels.com/@rdne)

Di zaman ini,
lelaki diajari menangis diam-diam,
karena air mata
tidak masuk kriteria layak.

Ia harus kuat,
tapi jangan rapuh.
Harus hadir,
tapi jangan menuntut.
Harus memberi,
tanpa bertanya
apa ia masih punya.

Cinta datang
dengan daftar syarat,
dibungkus kalimat manis
tentang standar,
seolah perasaan
adalah tender terbuka
yang selalu dimenangkan
oleh yang paling berguna.

Ia bekerja keras
untuk disebut cukup,
namun cukup
selalu berpindah alamat.

Dompet menjadi bahasa utama,
ketulusan hanya catatan kaki.
Kasih sayang diuji
dari seberapa stabil
masa depan yang bisa dijanjikan,
bukan dari seberapa manusia
ia bertahan.

Lelaki diminta peka,
namun tidak boleh lelah.
Diminta mengerti,
namun tidak diberi ruang
untuk dimengerti.

Ketika ia runtuh,
itu disebut gagal.
Ketika ia pergi,
itu disebut pengecut.
Tak ada kata
untuk lelaki
yang sekadar habis
dipakai harapan.

Ironisnya,
semua ini disebut kemajuan.
Disebut kebebasan memilih.
Padahal yang bebas
hanya selera,
bukan beban
yang selalu jatuh
ke pundaknya.

Dan lelaki terus berjalan,
membawa harga dirinya
seperti tas belanja:
ditenteng,
diisi,
lalu ditinggal
jika dianggap
tidak lagi berguna.

Bukan karena ia tak mencinta,
melainkan karena
di zaman ini,
lelaki sering hanya dicintai
selama ia berfungsi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Lelaki yang Harus Selalu Kuat

01 Mar 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Kepada Ibu

[PUISI] Kepada Ibu

28 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Untuk Anakku

[PUISI] Untuk Anakku

27 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Serambi Kosong

[PUISI] Serambi Kosong

26 Feb 2026, 14:47 WIBFiction
[PUISI] Merayakan Sepi

[PUISI] Merayakan Sepi

25 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Di Antara Gerimis

[PUISI] Di Antara Gerimis

24 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berjalan

[PUISI] Luka yang Berjalan

23 Feb 2026, 05:04 WIBFiction