Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Malam Tanpa Ibu

[PUISI] Malam Tanpa Ibu
ilustrasi berduka (pexels.com/cottonbro studio)

Disaksikan bulan dan bintang
Aku termenung dengan hati meradang
Merindukan belai lembut penuh sayang
Dekap ibu yang telah berpulang

Kamar yang dahulu penuh haru
Kini menjelma sendu tanpamu
Alunan merdu pengantar tidurku
Kini tinggal dalam kenangan lalu

Potret dirimu dalam pigura usang
Memancarkan senyum yang tenang
Meninggalkan aku dalam gamang
Akankah hidupku sama meski engkau hilang?

Malam tanpamu tak lagi seru seperti dulu
Kesendirian ini membuatku pilu
Tetapi, walau ragamu tak lagi ada bersamaku
Jiwamu abadi dalam sanubariku

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Annisa Isnaini
EditorAnnisa Isnaini
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Merayakan Sepi

25 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Di Antara Gerimis

[PUISI] Di Antara Gerimis

24 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berjalan

[PUISI] Luka yang Berjalan

23 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Kepada Hati

[PUISI] Kepada Hati

22 Feb 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Asa Tersisa

[PUISI] Asa Tersisa

22 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Buat Apa Bersuara?

[PUISI] Buat Apa Bersuara?

22 Feb 2026, 05:04 WIBFiction