Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Memoir dalam Tetes Hujan

[PUISI] Memoir dalam Tetes Hujan
Tetesan hujan (pexels.com/Vlad Chețan)

Di luar sana, hujan terdengar mampir di pelataran
Deras, berirama, dan membawa harum petrichor
Setiap tetesnya tidak hanya membawa berkah
Namun juga memoir dari setiap zaman

Tetes pertama mengingatkanku akan cinta pertama
Manis, harum, dan penuh bunga romansa
Juga mengingatkanku akan jam kosong
Waktu asyik untuk bercengkrama dan canda tawa

Tetes kedua, penuh dengan cita dan perjuangan
Bertemankan buku dan pulpen
Melahap ilmu sampai ke malam yang panjang
Penuh dengan panjatan do'a dan buaian mimpi

Tetes ketiga, tidak terlalu menyenangkan
Berkenalan dengan sandiwara hidup dan realita
Mimpi dibangun di atas do'a yang rapuh
Dan orang-orang datang dan pergi berlalu lalang

Memoir demi memoir terus berjatuhan dari langit
Pahit dan manisnya hidup terekam dalam tetesannya
Kesedihan tidak lagi terasa perih tatkala kau mengerti keseluruhannya
Dan jadilah kuat, tumbuh dari berbagai ingatan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ananda Zaura
EditorAnanda Zaura
Follow Us

Related Articles

See More

[PUISI] Memoir dalam Tetes Hujan

26 Apr 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Rumit

[PUISI] Rumit

26 Apr 2026, 20:17 WIBFiction
[PUISI] Sepi yang Berisik

[PUISI] Sepi yang Berisik

26 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Paradoks

[PUISI] Paradoks

23 Apr 2026, 05:25 WIBFiction