Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Menanti Dijemput Kereta
Seorang pria menatap gamang keluar jendela (pexels.com/@durjoy-dip)

Angka-angka di jam tangan mengelilingi kepalaku
Aku berdiri menatap dunia di balik kaca jendela itu
Memegangi besi seraya mengayunkan sepatu
Mata sipitku seolah berlari mencari yang tak tentu
Suara jarum jam, seketika terdengar sekeras batu
Suasana ramai di jalan raya sana melaju tak jemu

Di luar orang berlalu lalang, di dalam kutermangu
Mengkhayal namaku disapa dengan suara merdu
Nyatanya tanpa ragu, di sini aku hanya gigit kuku
Sang ramai masih menyapa di kedua telingaku
Kita bak mata saling bertemu, diskusi mulai beradu

Di sini aku tinggal separuh, kantuk menyelinap malu
Masih berdiri di depan jendela lusuh, tubuhku kian lesu
Masih dalam penantian menuju kereta tujuan pulangku
Menjemput aku yang sudah tabah menunggu dari dulu

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team