Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Menutup Pintu Luka
ilustrasi menutup pintu (magnific.com/wirestock)

Dulu aku pernah menunggu di balik pintu
Berharap masa lalu kembali menyatu
Namun semakin lama aku menunggu
Semakin dalam luka yang mengganggu

Kini kubiarkan pintu itu tertutup
Tak lagi kubuka meski hati meratap
Bukan karena rasa telah benar-benar luput
Hanya karena aku lelah terus berharap

Biarlah kenangan tinggal sebagai cerita
Tak perlu lagi kupaksa menjadi nyata
Ada perpisahan yang harus diterima
Agar hati punya ruang untuk bahagia

Hari ini aku memilih melangkah
Meninggalkan segala yang pernah patah
Tak akan lagi kucari siapa yang salah
Aku hanya ingin hidup dengan lebih tabah

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAtqo Sy