Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Menutup Telinga

[PUISI] Menutup Telinga
ilustrasi menutup telinga (pexels.com/@liza-summer)
Share Article

Kerap aku tak ingin berdebat
Sebab, itu hanya mengundang masalah kian merapat
Lelah semakin melekat
Sementara diriku hanya ingin tenang akurat

Adakah sisa ruang untuk bernapas?
Juga untuk melelapkan mimpi yang terjerembap keras
Energiku telah habis terkuras
Dan, air mataku sudah melewati batas

Untuk apa bercerita?
Pada orang yang selalu menutup telinga
Apa gunanya bicara?
Jika hanya untuk dibantah dan disela

Kerap kali diam lebih menenangkan
Menyimpan seluruh amarah dalam hati yang terabaikan
Merenung, menatap sisa harapan
Yang telah banyak terkikis oleh keegoisan

Bila masih enggan mendengar
Tolong! Jangan paksa diriku berkisah hingga akar
Yang kuingin hanya mendekap benar
Sambil mengguyur dendam yang masih saja terbakar

Februari 2022

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Mohammad Azharudin
EditorMohammad Azharudin

Related Articles

See More

[PUISI] Perjalanan Tanpa Peta

22 Mei 2026, 21:27 WIBFiction
[PUISI] Membeku

[PUISI] Membeku

21 Mei 2026, 21:27 WIBFiction
[PUISI] Mutiara Kusam

[PUISI] Mutiara Kusam

21 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PROSA] Langit

[PROSA] Langit

20 Mei 2026, 20:22 WIBFiction
[PUISI] Sajak Rindu

[PUISI] Sajak Rindu

20 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Euforia Lawas

[PUISI] Euforia Lawas

19 Mei 2026, 15:07 WIBFiction
[PUISI] Timeless

[PUISI] Timeless

19 Mei 2026, 05:25 WIBFiction