Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Menyerahkan Emosi pada Puisi
ilustrasi seseorang merenung (unsplash.com/Ilyuza Mingazova)

Aku hanya bisa berpuisi untuk menyuarakan rasa
Sebab dunia jarang memberiku ruang berbicara
Tentang semua emosi terpendam dalam dada
Yang terlalu kutahan dan menghadirkan hampa

Hanya dalam puisi, aku bebas
Menceritakan cinta yang hanya kumengerti konsepnya,
Menumpahkan isi benak yang terlalu kelam untuk diterima,
Dan kesulitan yang sulit kuakui pengaruhnya

Cukup biarkan pembaca menanggung maknanya sendiri
Entah mereka akan ikut memahami atau kebingungan
Semua itu bukan hal yang perlu kupikirkan
Dalam ruang bebasku, penghakiman pun tak kuterima

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎