Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Para Pemuda Menyatukan Keberanian
Kepalan semangat. (Pixabay.com/Vilkasss)
  • Puisi menggambarkan pemuda pada masa penjajahan yang menyatukan keberanian demi masa depan negeri melalui persatuan.
  • Para pemuda tidak membedakan asal pulau, bahasa, suku, maupun warna kulit, lalu bersumpah atas satu tanah, bangsa, dan bahasa.
  • Setelah puluhan tahun, persatuan masih sering diucapkan, tetapi penghargaan terhadap perbedaan kerap terlupakan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di antara riuh suara penjajahan
Demi negeri yang sangat berharga
Para pemuda menyatukan keberanian
Menuliskan masa depan dengan tinta persatuan

Tak bertanya berasal dari pulau mana
Tak pula bertanya bahasa dan suku apa
Tak jua bertanya mengapa warna kulit berbeda
Tak terpecah oleh perbedaan yang indah

Maka mereka bersumpah
Tentang tanah yang satu
Bangsa yang satu
Bahasa yang menyatukan segalanya

Puluhan tahun berlalu
Kita fasih menyebut persatuan
Lantang mengucapkan sumpah
Tetapi sering lupa menghargai perbedaan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team