Di antara riuh suara penjajahan
Demi negeri yang sangat berharga
Para pemuda menyatukan keberanian
Menuliskan masa depan dengan tinta persatuan
Tak bertanya berasal dari pulau mana
Tak pula bertanya bahasa dan suku apa
Tak jua bertanya mengapa warna kulit berbeda
Tak terpecah oleh perbedaan yang indah
Maka mereka bersumpah
Tentang tanah yang satu
Bangsa yang satu
Bahasa yang menyatukan segalanya
Puluhan tahun berlalu
Kita fasih menyebut persatuan
Lantang mengucapkan sumpah
Tetapi sering lupa menghargai perbedaan
![[PUISI] Para Pemuda Menyatukan Keberanian](https://image.idntimes.com/post/20261028/1000165742_5e65ebd1-5023-4cf3-be43-083df6327bad.jpg)