Di atas ranting kering yang kehilangan hijau
Sarang kosong menggantung tanpa penghuni
Sungai mengalirkan warna yang tak dikenalnya
Sementara sayap-sayap gugur dari perjalanan

Asap turun hingga ke ambang rumah
Menyusup ke selimut dan doa-doa
Di dada yang sesak waktu berjalan lambat
Seolah esok terlalu jauh untuk dijanjikan

Barangkali jerit telah lama terbungkam
Hingga tak pernah tiba di telinga
Ia habis di sepanjang perjalanan
Menjadi debu di antara berita

Barangkali begitulah mata menua
Bukan karena terlalu banyak melihat
Melainkan terlalu mahir memilih
Mana yang pantas untuk dirayakan