Di balik sunyi, jerit terkunci,
Kebenaran tenggelam, keadilan pergi.
Bibir terbungkam, hati tersakiti,
Mereka tetap ada meski tak diakui.

Di bawah langit yang pura-pura terang,
Ada doa patah di dada yang bimbang.
Suara dirampas, harapan menghilang,
Namun, bara perlawanan enggan tumbang.

Siapa mendengar tangis yang tertahan?
Siapa peduli pada luka yang disembunyikan?
Saat dunia sibuk merayakan kemenangan,
Mereka berjuang demi sebuah pengakuan.

Kelak sunyi tak lagi berkuasa,
Kebenaran tumbuh melampaui dusta.
Sebab suara tak selalu berupa kata,
Kadang diam pun mengguncang dunia.