Memainkan bidak-bidak nasib
Jemari lihai menjahit kabut
Kejujuran terlipat
Menjadi perahu kertas sengaja ditenggelamkan
Barangkali kemenangan bersorak
Meminjam warna dari hujan
Lenyap sebelum sempat dipeluk bumi
Kala tepuk tangan redam
Di hadapan nurani sirna
Menjelma hakim tanpa palu
Angkuh sedang menjamu
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Pemain Curang
![[PUISI] Pemain Curang](https://image.idntimes.com/post/20211020/pexels-engin-akyurt-3209120-d970b9a19a754cc9ecd9f9b6f7df74c6-86e941d47e25e1882a1a8707f0f33268.jpg)
ilustrasi perempuan menatap sinis (pexels.com/Engin Akyurt)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editorial Team
EditorYudha