Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Perjanjian Sunyi
Ilustrasi sendiri (unsplash.com/Noah Silliman)

Tidak semua luka kuceritakan

Tidak semua tangis kujelaskan

Ada yang kupeluk diam-diam

Ada yang kutitipkan pada malam

Tanpa perlu dunia tahu alasan

Terkadang peranku hanya sebatas memangku sabar

Memberi ruang untuk menerima

Bahwa Tuhan tidak selalu mengabulkan

segala yang kupinta dengan segera

Bukan karena Dia tak mencintaiku

Bukan karena Dia murka padaku

Bukan pula karena aku tak pantas bahagia

Mungkin karena ada versi diriku

Yang harus ditempa lebih dulu

Agar kelak saat doa itu benar-benar tiba

Aku telah cukup kuat untuk menjaganya

Sebab menjadi kuat

adalah bagian dari perjanjianku

Dengan diriku sendiri

Untuk tetap percaya

Bahkan ketika jawaban belum diberikan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks

Editorial Team