Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Musim yang Kehilangan Arah

[PUISI] Musim yang Kehilangan Arah
Jalan raya yang sepi membentang di bawah langit berawan (pexels.com/kwnos Iv)
Share Article

Langit sore menggantung muram
di atas jalan yang mulai asing,
sementara angin berhembus pelan
membawa sisa kenangan yang belum sempat pergi.

Aku berdiri di antara kenangan dan waktu
yang diam-diam berubah menjadi sepi,
mencari sesuatu yang dulu terasa utuh
namun kini jatuh begitu dalam tanpa suara.

Musim datang dan pergi seperti biasa,
tetapi tidak dengan rasa di hatiku
yang masih tertinggal pada beberapa nama,
pada tawa yang kini hanya menjadi gema.

Hujan turun tanpa benar-benar menenangkan,
malam pun gagal membuatku lupa.
Semua terasa berjalan ke arah berbeda,
seolah dunia kehilangan arah jalannya.

Dan aku—
masih menjadi seseorang
yang setia berjalan perlahan di tengah musim
yang kehilangan arah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
[PUISI] Mengingat Kamu

[PUISI] Mengingat Kamu

19 Apr 2026, 11:25 WIBFiction
Editorial Team