Ada riuh yang sengaja ia sembunyikan dalam senyap,
di antara lalu-lalang manusia yang bergegas.
Pada sela hari yang tampak tenang,
ia mengumpulkan kisah dari tempat yang sering diabaikan.

Matanya singgah pada hal-hal kecil,
sebuah kalimat, sebuah tatapan, secangkir kopi yang mendingin.
Tangannya rajin menanam kata,
lalu membiarkannya tumbuh menjadi cerita.

Orang-orang mungkin mengenalnya sekilas,
tapi tulisannya mengenal dirinya lebih dalam.
Ketika waktunya berlalu, jejaknya tak ikut menghilang,
sebab sebagian dirinya telah menetap di dalam kata-kata.