Langit dijahit benang tembaga
Bahu mimpi sedang kelelahan
Yang kokoh merengkuh, sekarang rapuh
Tercabik nyaris runtuh

Setiap bulunya doa
Sayapnya bukti perkasa
Mengeja cakrawala
Sekalipun rintih tak digubris

Makhluk itu dianggap idealis
Buktinya sedang menangis
Di atas tanah bengis
Menghadapi sang apatis