Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Langit Sengaja Mendung

[PUISI] Langit Sengaja Mendung
ilustrasi perempuan tegar di bawah langit mendung (pexels.com/Lena Koroleva)
Share Article

Langit sengaja mendung hari ini
Menatapku yang enggan lari dari sepi
Ia membiarkan angin membelai helai rambutku
Membawa pergi sisa ragu yang membeku

Aku berdiri, membiarkan dingin menyentuh kulit
Merayakan luka yang sengaja kubuat pahit
Tak perlu berpura-pura tegar di depan orang
Di bawah abu-abu ini, aku akhirnya tenang

Sebab, dunia tidak selalu harus tampak benderang
Terkadang kita perlu gelap agar hati berhenti melayang
Biarkan mendung menetap menjadi saksi bisu
Tentang aku yang sedang berdamai dengan masa lalu

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera

Related Articles

See More

[PUISI] Langit Sengaja Mendung

09 Jun 2026, 15:07 WIBFiction
[PUISI] Kupu-kupu Tua

[PUISI] Kupu-kupu Tua

09 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Sayap Itu Rapuh

[PUISI] Sayap Itu Rapuh

09 Jun 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Belajar Terbang

[PUISI] Belajar Terbang

08 Jun 2026, 22:07 WIBFiction
[PUISI] Coba Lagi

[PUISI] Coba Lagi

08 Jun 2026, 21:17 WIBFiction
[PUISI] Tentang Tenang

[PUISI] Tentang Tenang

08 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Menyelamatkan Akar

[PUISI] Menyelamatkan Akar

07 Jun 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Lumrah yang Susah

[PUISI] Lumrah yang Susah

06 Jun 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Kompas yang Patah

[PUISI] Kompas yang Patah

05 Jun 2026, 09:07 WIBFiction