Kububuhkan namamu dengan sengaja
Lalu kusembunyikan di antara ribuan paragraf
Harap suatu saat kau jadi pembaca
Memahami makna di sela-sela eja
Namun jika kau bukan salah satunya
Biarkan kalimat menguar bebas di udara
Barangkali nanti sampai di telingamu
Buatmu terketuk 'tuk mencerna seluruh kata
Dan jika itu tak cukup 'tuk mendekapmu
Izinkan bait kurubah sendu
Sebab pengarang terlanjur patah
Sementara bayangmu tak sudi singgah
Lalu terselip asa yang keras kepala
Bilamana sesalmu menggenggam pena
Sebutlah namaku di dalam pesan
Kupastikan lenganku tetap membentang
![[PUISI] Pesan di dalam Paragraf](https://image.idntimes.com/post/20260603/pexels-photo-6924659_acd42b0d-7d2e-4dfb-b44c-50982a00f75e.jpeg)