Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Radio Tua

Di pojok kamar, termenung suatu benda

Radio tua itu masih setia

Kilat perak di tombolnya masih menyala

Membawa kenangan yang masih segar

Dulu suaranya mengisi sepi

Menyelinap di antara bunyi hujan dan kopi

Lagu-lagu lama, nyaris terlupa

Berputar pelan, membawa rasa entah apa

Radio tua, saksi segalanya

Tangis yang kupeluk, dan tawa yang pura-pura

Kau tahu, kadang aku bicara padamu

Karena kau tak pernah menghakimi

Bateraimu lemah, suara nyaris tiada

Gelombang lama mulai tak terekam jelas

Mungkin suatu pagi nanti akan pulih kembali

Kau akan hidup dan menyapa hati ini

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Maftukhatul Azizah
EditorMaftukhatul Azizah
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Ruang yang Dirampas

16 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Ritmeku Sendiri

[PUISI] Ritmeku Sendiri

15 Apr 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Sisa Tawa di Dada

[PUISI] Sisa Tawa di Dada

15 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Ladang Bancakan

[PUISI] Ladang Bancakan

13 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Sempurna

[PUISI] Sempurna

12 Apr 2026, 17:48 WIBFiction
[PUISI] Asing

[PUISI] Asing

12 Apr 2026, 05:04 WIBFiction