Logika pecah di udara
Mata menelusuri atma
Jingganya menghitam
Bayangmu diputar kembali
Menghantui sudut ilusi
Berteriak meminta tolong
Menggambar realitas
Di kedua tangan yang enggan pulang
Membuat isi kepala sesak
Runyamnya fana
Bagaskara memerah hari ini
Dedaunan ikut merana
Sarayu membelenggu
Rasaku dirasuki hamparan kelabu
Warnanya merona tapi dilema
Kekasih melayang
Raganya meraung di balik jendela
Waktu mengamuk
Berkecamuk menepis lara
Rindu ini terlalu sepi untuk diukir
Gerah di antara kotak animo!
Merengkuh yang tak kasat mata
Di sudut kegelapan
Asmaraloka berceracau
Bisakah waktu mengerti?
Berbincang pada jarak yang malang
"Langit kita sama, mengapa mata tak bisa menjangkaunya?"
Lirihku menghadap atribut dunia
![[PUISI] Realitas Bayangmu](https://image.idntimes.com/post/20260702/pexels-nathanjhilton-19057448_c897c2a7-23e8-44e2-8506-91e7b081477c.jpg)